banner 400x130

Khofifah Dorong Populasi Sapi Perah UPT Batu Capai 200 Ekor

 


KOTA BATU — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong peningkatan populasi sapi perah di Unit Pelaksana Teknis Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (UPT PT dan HMT) Batu dari sekitar 130 ekor menjadi 200 ekor. Peningkatan populasi tersebut diharapkan diikuti dengan produktivitas dan kualitas bibit yang semakin baik.

Hal itu disampaikan Khofifah saat meninjau UPT PT dan HMT Batu di Jalan Raya Tlekung, Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Minggu (20/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Khofifah melihat langsung aktivitas pembibitan, pemuliabiakan, budidaya sapi perah, produksi susu, hingga pengembangan hijauan makanan ternak.

Saat ini, UPT PT dan HMT Batu mengelola sekitar 130 ekor sapi. Populasi tersebut terdiri dari 72 ekor sapi dewasa, 28 ekor sapi dara, dan 30 ekor pedet. Dari 72 sapi dewasa, sebanyak 40 ekor merupakan sapi laktasi atau sapi yang sedang menghasilkan susu, sedangkan 32 ekor lainnya merupakan sapi nonlaktasi.

Khofifah menilai pengelolaan UPT PT dan HMT Batu telah berjalan baik. Menurutnya, kondisi kandang yang bersih dan produktivitas sapi yang tinggi menjadi modal untuk mengembangkan populasi ternak.

“Mudah-mudahan kita bisa meluaskan dari 130 menjadi 200 ekor yang ada di UPT Kota Batu ini karena areanya cukup luas,” kata Khofifah.

Produktivitas sapi laktasi di UPT tersebut berada pada kisaran 25 hingga 30 liter susu per ekor per hari. Dengan 40 ekor sapi laktasi, produksi susu disebut mencapai sekitar 600 liter per hari.

Hasil produksi susu tersebut kemudian dipasarkan dan turut memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kontribusi PAD dari aktivitas UPT PT dan HMT Batu disebut mencapai sekitar Rp1 miliar per tahun.

Khofifah mengatakan keberadaan UPT tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembibitan dan pengembangan peternakan. Fasilitas tersebut juga menjadi tempat praktik siswa dan mahasiswa serta sarana penelitian bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Peternakan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Ia menilai pengembangan populasi sapi perah perlu dilakukan secara beriringan dengan penguatan ketersediaan pakan. UPT PT dan HMT Batu memiliki lahan sekitar 13 hektare, dengan sekitar 9,5 hektare telah dimanfaatkan.

Dari luasan tersebut, sekitar 2 hektare digunakan untuk bangunan dan sekitar 7 hektare dimanfaatkan sebagai lahan hijauan makanan ternak, termasuk rumput gajah.

Untuk menunjang kegiatan peternakan, kawasan UPT dilengkapi gedung kantor, laboratorium susu, kamar susu, cooling room, serta kandang sapi perah dengan kapasitas sekitar 100 ekor sapi dewasa. Khofifah berharap pengembangan kawasan tersebut dapat terus meningkatkan produktivitas peternakan sekaligus nilai ekonomi bagi Jawa Timur. (min)

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Khofifah Dorong Populasi Sapi Perah UPT Batu Capai 200 Ekor
  • Khofifah Dorong Populasi Sapi Perah UPT Batu Capai 200 Ekor
  • Khofifah Dorong Populasi Sapi Perah UPT Batu Capai 200 Ekor
  • Khofifah Dorong Populasi Sapi Perah UPT Batu Capai 200 Ekor
  • Khofifah Dorong Populasi Sapi Perah UPT Batu Capai 200 Ekor
  • Khofifah Dorong Populasi Sapi Perah UPT Batu Capai 200 Ekor
Posting Komentar
Ad
Ad