SURABAYA, Wartatransparansi.net – Kepengurusan baru Pengprov Jujitsu Indonesia (PBJI) Jawa Timur bakal menghadapi sejumlah agenda penting, salah satunya memperjuangkan Jujitsu agar dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Eko Surcahyo yang kini menjadi calon tunggal Ketua Pengprov
PBJI Jatim menyatakan siap mengemban amanah tersebut. Dukungan terhadap
pencalonannya disebut datang dari pengurus Jujitsu kabupaten/kota, pelatih
hingga atlet Puslatda Jawa Timur.
Eko mengatakan, pencalonannya bukan didorong ambisi pribadi.
Ia mengaku tidak pernah secara khusus mencalonkan diri sebagai ketua. Namun,
dukungan dari berbagai elemen Jujitsu di Jawa Timur membuat dirinya bersedia
maju.
“Secara pribadi saya sebenarnya tidak mencalonkan diri.
Namun, dukungan dari arus bawah insan Jujitsu kabupaten dan kota sangat banyak.
Bahkan pelatih dan atlet Puslatda sudah membuat surat pernyataan kesediaan,”
ujar Eko.
Jika dipercaya memimpin PBJI Jatim, Eko menilai pembenahan
organisasi harus menjadi salah satu prioritas. Menurutnya, kepengurusan baru
perlu memiliki arah yang jelas sekaligus membangun sistem pembinaan atlet
secara berkelanjutan.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah sistem
kejuaraan dan seleksi atlet. Eko menginginkan proses seleksi dilakukan secara
profesional dan terbuka sehingga seluruh atlet memiliki kesempatan yang sama
untuk menunjukkan kemampuan.
“Kita harus buat seleksi yang profesional dan terbuka agar
atlet-atlet berpotensi tidak lari ke mana-mana. Ini penting untuk
mempertahankan tradisi Jawa Timur sebagai barometer Jujitsu nasional dan
internasional,” tegasnya.
Di sisi lain, perjuangan agar Jujitsu masuk sebagai cabang
olahraga yang dipertandingkan pada PON 2028 menjadi agenda strategis. Eko
menyebut komunikasi dengan sejumlah KONI daerah telah dilakukan untuk
mendapatkan dukungan.
Ia mengklaim sekitar 90 persen KONI daerah telah memberikan
persetujuan terhadap rencana Jujitsu tampil pada PON 2028. Selanjutnya, proses
tersebut akan diarahkan pada tahap eksekusi di tingkat KONI Pusat.
“Proses ini kita tempuh baik secara prosedural maupun
pendekatan komunikasi. 90 persen KONI daerah sudah clear dan setuju. Tinggal
eksekusinya di KONI Pusat,” katanya.
Menurut Eko, peluang Jujitsu tampil di PON 2028 semakin
terbuka dengan adanya dukungan dari KONI Jawa Timur serta sejumlah tokoh
olahraga dan masyarakat Jawa Timur.
Sebelum menuju PON 2028, Jujitsu juga akan menghadapi agenda
PON Bela Diri 2027. Ajang tersebut dinilai dapat menjadi momentum untuk
mengukur kesiapan atlet sekaligus memperkuat posisi Jujitsu dalam olahraga
nasional.
Eko menegaskan perjuangan menuju PON membutuhkan dukungan
berbagai pihak. Dewan Pembina Jujitsu Jatim Bambang Haryo Soekartono (BHS),
yang kini menjadi anggota Komisi VII DPR RI, disebut siap membantu menjembatani
komunikasi dengan pihak terkait di tingkat pusat bersama jajaran DPRD Surabaya.
“Jawa Timur adalah barometer Jujitsu Indonesia. Jika cabang
olahraga lain bisa tampil di PON, kenapa kita tidak? Tugas utama pengurus baru
adalah mengawal hal ini hingga tuntas,” ujarnya.
Selain agenda PON, PBJI Jatim juga akan memperkuat pembinaan
atlet dari tingkat daerah. Regulasi kejuaraan dan mekanisme seleksi atlet akan
menjadi bagian dari program kerja yang dibahas dalam Rapat Kerja Daerah
(Rakerda) PBJI Jatim yang dijadwalkan berlangsung awal tahun mendatang.
Eko berharap kepengurusan baru mampu mempertahankan Jawa
Timur sebagai salah satu kekuatan utama Jujitsu Indonesia serta membuka peluang
lebih besar bagi atlet Jatim berprestasi di tingkat nasional dan internasional.
(zal)
