![]() |
| Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ketika meresmikan Pusat Riset Pesantren dan Diniyah di Ismamic Center Surabaya, Kamis 10/9/2026) |
Peresmian tersebut berlangsung bersamaan dengan Stadium
Generale Mahasiswa/Mahasantri Baru Penerima Beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa
Timur Tahun 2026
Tahun ini, Pemprov Jatim memberikan beasiswa kepada 1.100
santri untuk jenjang S1, S2, dan S3. Program tersebut mencakup PTKI, Ma’had
Aly, Universitas Al-Azhar Kairo, serta program STEM di perguruan tinggi negeri.
Khofifah mengatakan, keberadaan pusat riset akan memperkuat
posisi pesantren sebagai produsen pengetahuan, bukan sekadar objek penelitian.
Menurutnya, mahasiswa penerima beasiswa telah menghasilkan
lebih dari 40 buku berbasis riset. Tahun ini, Pemprov Jatim menargetkan
lahirnya 125 periset pesantren.
Selain itu, penerima beasiswa yang menempuh pendidikan di
Mesir ditargetkan menerbitkan 30 buku hasil kajian terhadap 150 kitab berbahasa
Arab.
Ketua LPPD Jatim Prof Abdul Halim Soebahar mengatakan, sebanyak 170 karya ilmiah mahasiswa S3 angkatan 2022-2025 telah dikompilasi
menjadi 17 buku.
“Semua yang ada di sini merupakan karya mahasiswa yang
mendapat beasiswa dari Provinsi Jatim,” ujarnya.
Khofifah menegaskan, mahasantri harus mampu membaca kitab
sekaligus memahami perkembangan zaman dan kebutuhan umat. (ais)
