![]() |
| Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan |
SURABAYA — Sebanyak 48 persen dari sekitar 1.500 lulusan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang mengikuti Wisuda ke-122 tercatat telah mendapatkan pekerjaan. Sementara 10 persen lainnya berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan doktor.
Data tersebut berdasarkan hasil tracer study Unesa terhadap para wisudawan. Wakil Rektor I Unesa Prof. Dr. Martadi mengatakan, capaian itu menunjukkan sebagian lulusan telah terserap di dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
“Yang menggembirakan adalah 48 persen dari wisudawan yang hari ini diwisuda itu sudah mendapatkan pekerjaan. Kemudian ada 10 persen di antara mereka yang ingin studi lanjut ke S2 dan S3,” kata Martadi seusai wisuda di Surabaya, Sabtu (26/9/2026).
Dari sisi akademik, rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) wisudawan pada periode ini berada di kisaran 3,8 hingga 3,9. Lulusan dengan capaian akademik tinggi selanjutnya akan dipetakan untuk dihubungkan dengan program Bina Talenta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan mengatakan, perguruan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan akademik. Integritas, karakter, daya saing, serta kemampuan beradaptasi juga menjadi modal penting menghadapi perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
“Wisudawan yang ke-122 ini kita memang menyiapkan segala sesuatunya agar mereka punya jiwa integritas, berkarakter, dan berdaya saing,” ujar Nurhasan.
Menurutnya, lulusan Unesa diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan solusi atas persoalan di masyarakat.
Untuk mendukung hal itu, Unesa membekali mahasiswa dengan berbagai kompetensi, termasuk pengelolaan, pendampingan psikologi, akuntansi, serta workshop penguatan kapasitas.
Selain dunia kerja, Unesa juga memberikan kesempatan studi lanjut kepada lulusan berprestasi melalui fasilitas beasiswa. Dalam setiap pelaksanaan wisuda, sekitar 12 wisudawan berprestasi mendapat kesempatan memperoleh fasilitas tersebut.
Nurhasan mengatakan, beasiswa tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus investasi pengembangan sumber daya manusia.
“Pemberian beasiswa itu salah satu bentuk apresiasi kita kepada putra-putri wisudawan yang luar biasa dan kita sadar bahwa itu adalah aset negara,” katanya.
Ia berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar. Menurutnya, percepatan transformasi digital menuntut lulusan terus meningkatkan kompetensi, termasuk melalui pendidikan S2 dan S3.
“Harapannya mereka tetap semangat untuk selalu belajar, belajar, dan belajar. Karena perubahan begitu cepat, transformasi digital begitu cepat,” pungkasnya. (zal)
