Ketua PBPI Surabaya, Rian Septrianto Maulana, menegaskan
komitmennya untuk membawa padel tidak sekadar menjadi tren sesaat, melainkan
cabang olahraga yang berkelanjutan. Surabaya dinilainya memiliki potensi
infrastruktur luar biasa sebagai modal dasar pengembangan.
“Surabaya memiliki titik awal yang sangat strategis. Saat
ini terdapat sekitar 100 venue, di mana rata-rata setiap venue memiliki 4
hingga 5 lapangan. Tugas kita adalah menjaga agar padel terus berkembang secara
berkelanjutan,” ujar Rian.
Guna mempercepat penetrasi dan pembinaan, PBPI Surabaya
merangkul struktur kepengurusan yang terbilang gemuk dengan melibatkan 104
pengurus dari pelbagai unsur. Rian mengapresiasi antusiasme tinggi para
pengurus yang siap berkolaborasi
Langkah awal PBPI Surabaya fokus pada ajang Pekan Olahraga
Provinsi (Porprov) mendatang, di mana padel akan dipertandingkan untuk kali
pertama.
“Kami tancap gas mendukung target Kontingen Surabaya meraih
250 medali emas di Porprov. Kami optimistis cabang olahraga padel dapat
berkontribusi menyumbangkan medali emas,” tegasnya.
Dukungan senada disampaikan Ketua PBPI Jawa Timur, Rudi
Risdianto. Menurutnya, proses terbentuknya pengurus PBPI Surabaya melalui
perjalanan panjang dan penuh dinamika. Namun kini seluruh pihak berkomitmen
penuh memajukan padel di Jawa Timur, di mana Surabaya memegang peranan kunci.
“Surabaya adalah episentrum padel di Jawa Timur. Saya minta
seluruh pengurus fokus pada pencetakan atlet. Untuk persiapan PON, kita masih
memiliki waktu sekitar dua tahun. PBPI Surabaya harus mempersiapkan atlet-atlet
terbaiknya dari sekarang,” tegas Rudi.
Target tinggi PBPI Surabaya disambut positif oleh Ketua KONI
Surabaya, Arderio Hukom. Kehadiran padel melengkapi 72 cabang olahraga yang
kini bernaung di bawah KONI Surabaya. Arderio berharap komitmen PBPI dapat
merealisasikan target besar kota dalam mempertahankan dominasi olahraga di Jawa
Timur.
Sementara itu, Dewan Kehormatan PBPI Surabaya, Sandiaga Uno,
turut menyampaikan selamat atas pelantikan kepengurusan baru. Sandiaga memuji
keberanian dan dinamika Kota Surabaya dalam menangkap potensi olahraga yang
sedang berkembang pesat ini.
“Pertumbuhan ekosistem padel luar biasa dalam dua tahun
terakhir. Namun, saya ingatkan agar olahraga ini dikelola secara profesional,”
kata Sandiaga.
Selain pembinaan atlet, Sandiaga memberikan dua catatan
penting bagi PBPI Surabaya. Pertama, edukasi dan literasi penanganan cedera
olahraga bagi para pemain. Kedua, pentingnya pemanfaatan digitalisasi informasi
untuk publikasi event serta perkembangan cabang olahraga.
“Saya berharap ke depan atlet-atlet padel Indonesia tidak
hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu meraih emas di ajang
Asian Games hingga Olimpiade,” pungkasnya. (zal)
