banner 400x130

Turnamen Internasional ITF Junior Widjojo Soejono 2026 Libatkan 20 Negara



SURABAYA
– Sebanyak 570 petenis muda dari dalam dan luar negeri ambil bagian dalam turnamen internasional ITF Junior Widjojo Soejono 2026 di Surabaya. Kejuaraan yang memasuki penyelenggaraan ke-43 tersebut resmi dibuka di Lapangan Tenis Kodam V/Brawijaya, Senin (28/9/2026), dan berlangsung hingga 4 Oktober 2026.

Dari total peserta, sebanyak 420 petenis berasal dari dalam negeri melalui kategori Tenis Daerah Pendukung (TDP). Sementara 150 petenis lainnya merupakan peserta internasional yang datang dari 20 negara.

Peserta asing antara lain berasal dari Vietnam, Singapura, Filipina, Korea Selatan, Hong Kong, Chinese Taipei, India, Fiji, Australia, Thailand, Belanda, Vanuatu, Jepang, Malaysia, Yunani, Amerika Serikat, Irlandia, Prancis dan Belgia.

Jumlah peserta yang cukup besar membuat pertandingan digelar di lima venue, yakni Lapangan Tenis Kodam V/Brawijaya, Unesa, PDAM Ngagel, Marinir Gunungsari dan Pratama Surabaya.

Turnamen mempertandingkan sejumlah kelompok usia. Untuk kategori internasional, peserta berlaga mulai kelompok usia KU 14, KU 16 hingga KU 18. Sementara kategori pendukung juga memberikan ruang bagi petenis usia dini untuk mendapatkan pengalaman bertanding.

Tournament Director ITF Junior Widjojo Soejono 2026, Didik Utomo Pribadi, mengatakan turnamen tahun ini menerapkan sistem round robin pada nomor ITF. Dengan format tersebut, pemain yang mengalami kekalahan tidak langsung mengakhiri kiprahnya dalam turnamen.

“Dengan sistem ini, peserta yang kalah tidak langsung gugur dan pulang, melainkan mendapat kesempatan untuk bertanding lagi. Ini memberikan semangat tinggi bagi para atlet,” kata Didik.

Menurut dia, sistem tersebut memberikan kesempatan kepada petenis junior untuk mendapatkan lebih banyak jam terbang sekaligus menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda.

Putra pencetus turnamen, Roy Pandu Widjojo, mengatakan keberlanjutan kejuaraan menjadi bagian penting dari semangat awal penyelenggaraan. Turnamen tersebut sejak awal diarahkan sebagai wadah bagi petenis junior Indonesia untuk mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional.

“Kejuaraan ini sejak awal diselenggarakan untuk memberi kesempatan atlet junior Indonesia bertanding di level internasional. Kita bersyukur dan tetap konsisten menjaga marwah turnamen ini,” ujar Roy.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Pelti Jawa Timur Ismed Jauhar berharap kompetisi internasional dapat digelar lebih banyak pada masa mendatang. Menurutnya, semakin banyak pertandingan akan membuka peluang lebih besar bagi proses regenerasi petenis.

“Tiap tahun kita menyelenggarakan kejuaraan internasional ITF. Target kami tahun depan insyaallah bisa menyelenggarakan lebih dari sekali, baik skala ITF maupun ATP untuk menumbuhkan atlet-atlet baru menuju prestasi,” tutur Ismed.

Didik menambahkan, ITF Junior Widjojo Soejono bukan sekadar agenda pertandingan, tetapi juga warisan yang perlu dijaga kesinambungannya.

“Kejuaraan ini merupaka
n warisan luhur dari almarhum Jenderal Widjojo Soejono yang harus terus dirawat secara berkesinambungan,” tegasnya.

Penyelenggaraan turnamen diharapkan mampu memberikan pengalaman internasional bagi petenis muda Indonesia sekaligus memperkuat proses pembinaan dan regenerasi tenis menuju jenjang prestasi nasional maupun internasional. (zal)

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  •  Turnamen Internasional ITF Junior Widjojo Soejono 2026 Libatkan 20 Negara
  •  Turnamen Internasional ITF Junior Widjojo Soejono 2026 Libatkan 20 Negara
  •  Turnamen Internasional ITF Junior Widjojo Soejono 2026 Libatkan 20 Negara
  •  Turnamen Internasional ITF Junior Widjojo Soejono 2026 Libatkan 20 Negara
  •  Turnamen Internasional ITF Junior Widjojo Soejono 2026 Libatkan 20 Negara
  •  Turnamen Internasional ITF Junior Widjojo Soejono 2026 Libatkan 20 Negara
Posting Komentar
Ad
Ad