![]() |
| Foto : Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf (tengah) berama pengurus PMI Jawa Timur, Kamis (15/10/2026) |
SURABAYA – Pertemuan pengurus Palang Merah Indonesia (PMI)
Jawa Timur dengan Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf, Kamis (15/10/2026), awalnya
berlangsung serius. Maklum, ada agenda penting yang harus dibicarakan, yakni
persiapan Temu Karya Nasional (TKN) PMI yang bakal digelar di Kabupaten Blitar.
Namun, suasana formal itu tak bertahan lama. Begitu obrolan
bergeser ke masa lalu, ruang kerja Ketua DPRD Jatim di Gedung DPRD, Jalan
Indrapura, Surabaya, mendadak ramai oleh gelak tawa. Musyafak bahkan beberapa
kali tertawa ngakak saat mengenang sosok Eddy Indrayana.
Wakil Ketua PMI Jatim itu rupanya bukan sosok baru bagi
Musyafak. Jauh sebelum keduanya berada di posisi seperti sekarang, Eddy sudah
lebih dulu dikenal saat masih bertugas di lingkungan Dinas Kebersihan
Pemerintah Kota Surabaya, sebelum kemudian beralih ke Pemerintah Provinsi Jawa
Timur.
Musyafak pun mengingat masa ketika dirinya masih berusia
sekitar 20-an tahun. Saat itu, Eddy sudah berkiprah di pemerintahan Kota
Surabaya. Waktu terus berjalan, Musyafak kemudian menjadi anggota DPRD Surabaya
dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), sementara perjalanan karier Eddy juga
berlanjut hingga ke tingkat provinsi.
“Pak Eddy ini pejabat di Surabaya. Saat itu saya baru umur
kira-kira 20 tahunan, sampai akhirnya saya masuk di DPRD Surabaya dari PKB,”
kenang Musyafak.
Cerita semakin menghangat ketika Musyafak menyebut Eddy
sebagai bagian dari “Trio Suroboyo” yang populer dengan SSC-nya (Surabaya Sport
Center). Sebutan itu langsung membawa suasana pertemuan ke nuansa nostalgia.
Urusan pekerjaan yang semula menjadi pembuka pertemuan sejenak berganti dengan
cerita masa lalu yang mengundang tawa.
Meski begitu, kedatangan rombongan PMI Jawa Timur yang
dipimpin Wakil Ketua PMI Jawa Timur Eddy Indrayana, didampingi Sekretaris Dwi
Suyanto, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Edi Purwinarto, dan Amin
Istighfarin, juga menyampaikan perkembangan persiapan TKN.
PMI Pusat telah menunjuk Jawa Timur sebagai tuan rumah
kegiatan nasional tersebut. Setelah melakukan survei lapangan, Kabupaten Blitar
ditetapkan sebagai lokasi penyelenggaraan.
Musyafak menyatakan dukungannya terhadap agenda itu. Ia
mengingatkan agar Jawa Timur mempersiapkan diri dengan baik karena peserta yang
datang merupakan utusan PMI dari berbagai provinsi di Indonesia.
“Jadilah tuan rumah yang baik karena yang datang adalah
utusan provinsi se-Indonesia,” pesannya. (min)
