Kabupaten Malang memiliki sejumlah bendungan atau waduk
utama. Salah satunya Bendungan Selorejo yang berada di Desa Selorejo, Kecamatan
Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Bendungan Selorejo tercatat sebagai aset Perum Jasa Tirta I.
Bendungan ini dibangun pada 1970 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto.
Pembangunannya bertujuan membendung aliran Sungai Konto, Lahar Kletak, dan Kali
Kwayangan.
Berada di kaki Gunung Kelud, kawasan Bendungan Selorejo
dikelilingi sejumlah pegunungan, di antaranya Gunung Anjasmoro dan Gunung Kawi.
Kondisi geografis tersebut membuat kawasan bendungan memiliki panorama alam
yang menarik dengan udara yang relatif sejuk.
Mengutip laman resmi Pemerintah Kabupaten Malang, kompleks
Bendungan Selorejo memiliki area yang cukup luas dengan beragam fasilitas. Di
antaranya lapangan golf, lapangan tenis, bumi perkemahan, area pemancingan,
persewaan perahu, serta wahana permainan air.
Kawasan ini juga dilengkapi masjid yang berada di area depan
dan halaman parkir yang mampu menampung berbagai jenis kendaraan. Beragam
fasilitas tersebut menjadikan Bendungan Selorejo tidak hanya sebagai kawasan
pengelolaan sumber daya air, tetapi juga tempat rekreasi dan edukasi.
Salah satu fasilitas yang cukup dikenal adalah bumi
perkemahan. Area ini memiliki lahan luas dengan pepohonan tinggi dan rindang
yang membuat suasana teduh serta sejuk.
Di kawasan tersebut, sekitar 40 tenda berukuran 4 x 20 meter
dapat didirikan. Bagian tengah area sengaja dibiarkan kosong dengan ukuran
kurang lebih lapangan sepak bola. Area tersebut dapat dimanfaatkan untuk
berbagai kegiatan, seperti upacara maupun api unggun.
Di sisi utara terdapat area parkir yang dapat menampung
sekitar 25 mobil jenis minibus. Di kawasan yang sama juga terdapat sekitar 10
pedagang makanan dan aksesori.
Untuk menunjang kegiatan pengunjung, tersedia sekitar 25
hingga 30 bilik toilet dengan pasokan air bersih. Sementara di luar area
perkemahan, tidak jauh dari waduk, tersedia sejumlah penginapan atau cottage
sederhana yang dapat digunakan guru pendamping untuk memantau peserta kegiatan.
Kondisi udara menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Pada
pagi hari, suhu di kawasan tersebut dapat berada di kisaran 20 derajat Celsius,
sedangkan pada siang hari suhu maksimal sekitar 29 derajat Celsius pada
September.
Suasana sejuk dan fasilitas yang lengkap membuat Bendungan
Selorejo kerap dipilih sebagai lokasi kegiatan pendidikan luar ruang.
Salah satunya kegiatan Madrasah Creative Camp (MCC) yang
digelar Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Wilayah Kerja Surabaya. Kegiatan tersebut
melibatkan madrasah dari enam kabupaten dan kota serta berada di bawah naungan
17 MAN.
MAN Sidoarjo menjadi salah satu madrasah yang mengirimkan
tim pramukanya dalam kegiatan tersebut. Berdasarkan petunjuk teknis, MCC tahun
ini berlangsung pada 6–8 Oktober 2026.
Masing-masing MAN mengirimkan 10 anggota sangga putra dan 10
anggota sangga putri. Dengan area Bendungan Selorejo yang luas, jenis
perlombaan yang digelar pun beragam, baik individu maupun kelompok.
Materi lomba tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik,
tetapi juga kemampuan berpikir, kreativitas, desain, hingga produk bisnis.
Dari informasi yang diperoleh dari arena kegiatan, MCC telah
memasuki edisi ke-11. Dalam tiga edisi terakhir, Bendungan Selorejo secara
rutin dipilih sebagai lokasi pelaksanaan.
Selain bumi perkemahan, salah satu daya tarik kawasan ini
adalah jembatan gantung yang berada di salah satu sisi bendungan. Berdasarkan
pengamatan di lokasi, jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 500 meter dan
lebar sekitar satu meter, dengan posisi sekitar 85 meter di atas kawasan
bendungan.
Ketika melintasinya, pengunjung akan merasakan sensasi
jembatan yang bergoyang, terutama saat berpapasan dengan sejumlah orang.
Kondisi tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang
ingin menguji keberanian.
Namun, pengunjung tetap diwajibkan memperhatikan keselamatan. Pengunjung tidak diperbolehkan berlama-lama di tengah jembatan maupun melakukan aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain
Di sisi lain, Bendungan Selorejo juga memiliki fasilitas
olahraga berupa lapangan tenis dan lapangan golf. Fasilitas tersebut melengkapi
fungsi kawasan sebagai tempat rekreasi sekaligus sarana kegiatan edukatif dan
olahraga.
Di sekitar waduk utama tersedia pula aktivitas rekreasi air,
seperti persewaan perahu dan area pemancingan. Sejumlah warung makanan dan
minuman juga tersebar di beberapa titik sehingga pengunjung relatif mudah
mendapatkan kebutuhan selama berada di kawasan bendungan.
Bendungan Selorejo juga memiliki Masjid A’maliyah. Pada
salah satu bagian dinding masjid tercantum keterangan bahwa masjid tersebut
diresmikan pada 1978 oleh Nelly Adam Malik, istri Wakil Presiden ketiga
Republik Indonesia.
Ada pula daya tarik lain yang bisa dinikmati pengunjung pada
musim tertentu. Ketika memasuki musim durian, buah khas Ngantang tersebut
banyak dijual di sepanjang jalan menuju kawasan Bendungan Selorejo.
Pengunjung bisa membeli durian untuk dinikmati langsung
maupun dibawa pulang.
Dengan bentang alam yang luas, udara sejuk, fasilitas
rekreasi, olahraga, hingga kawasan perkemahan, Bendungan Selorejo menawarkan
pengalaman yang lebih dari sekadar menikmati pemandangan waduk. Tempat ini
menjadi salah satu ruang rekreasi sekaligus edukasi luar ruang yang menarik di
Kabupaten Malang. (Nuriya M)
