banner 400x130

PWI Ajak Jurnalis Global South Perkuat Narasi Pemberitaan Dunia

Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PWI Pusat, Aldi Gultom

NANJING – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mendorong organisasi pers negara-negara Global South memperkuat jejaring internasional untuk mengatasi ketimpangan pemberitaan global. Kolaborasi lintas negara melalui pemanfaatan teknologi digital dinilai dapat memperluas ruang bagi negara berkembang untuk menyampaikan perspektifnya kepada dunia.

Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PWI Pusat, Aldi Gultom, menyampaikan hal tersebut dalam seminar Global South Media Exchange and Cooperation Joint Voice: Elevating the Discourse Power of the Global South di Nanjing International Youth Convention Hotel, Nanjing, Provinsi Jiangsu, Tiongkok, Jumat (16/10/2026).

Seminar tersebut merupakan bagian dari Belt and Road Journalists Forum 2026 yang berlangsung pada 12–18 Oktober 2026 dan melibatkan sekitar 200 wartawan internasional dari berbagai benua.

Menurut Aldi, selama beberapa dekade, negara-negara Global South di Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Oseania masih kerap menjadi objek arus informasi global. Padahal, negara-negara tersebut memiliki pengalaman dan pengetahuan berharga yang dapat dibagikan kepada masyarakat internasional.

Ia menilai perkembangan teknologi informasi membuka peluang bagi jurnalis untuk terhubung lintas negara, bertukar bahan liputan, melakukan peliputan bersama, serta mendistribusikan konten secara langsung kepada publik.

Namun, upaya tersebut membutuhkan komitmen, solidaritas, dan kepemimpinan organisasi pers. Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan adalah memperkuat pelatihan digital dan penguasaan teknologi informasi bagi jurnalis.

“Kemampuan bercerita adalah kekuatan kita. Sekarang saatnya memperkuat kemampuan bernarasi dengan penguasaan teknologi informasi. Pertanyaannya, apakah organisasi-organisasi pers dari negara-negara Global South bersedia mengambil peran?” kata Ald

Ia mengakui forum tersebut belum tentu mampu menyelesaikan seluruh tantangan teknis kerja sama media lintas negara. Meski demikian, ia berharap pertemuan itu menghasilkan komitmen bersama untuk membangun jaringan dan memperkuat kolaborasi jurnalistik.

Dalam seminar yang sama, Profesor Zhang Yun dari Sekolah Hubungan Internasional Universitas Nanjing menyoroti mispersepsi sebagai salah satu persoalan penting dalam pemberitaan global

Zhang juga mengaitkan pertemuan tersebut dengan semangat Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955. Ia berharap semangat Bandung menginspirasi lahirnya “Semangat Nanjing” yang mendorong jurnalis negara berkembang merepresentasikan bangsanya sendiri dalam pemberitaan internasional.

Belt and Road Journalists Forum merupakan kegiatan utama Belt and Road Journalists Network (BRJN), platform kerja sama internasional yang menghubungkan lebih dari 110 organisasi jurnalis di berbagai negara dan kawasan. (*)

Baca Juga
Berita Terbaru
  • PWI Ajak Jurnalis Global South Perkuat Narasi Pemberitaan Dunia
  • PWI Ajak Jurnalis Global South Perkuat Narasi Pemberitaan Dunia
  • PWI Ajak Jurnalis Global South Perkuat Narasi Pemberitaan Dunia
  • PWI Ajak Jurnalis Global South Perkuat Narasi Pemberitaan Dunia
  • PWI Ajak Jurnalis Global South Perkuat Narasi Pemberitaan Dunia
  • PWI Ajak Jurnalis Global South Perkuat Narasi Pemberitaan Dunia
Posting Komentar
Ad
Ad